Minggu, 28 November 2010

Kunok: Rest in Piece (not peace)



jreng jreeeeeeeeeeeng!
Pengganti kunok sementara.

Selasa, 27 Juli 2010

100th Day Anniversary



Di pertengahan april, saya mengantar iPong alias Ifa ke Citra Land, cari kado ultah untuk cowok nya. Setelah cape menjelajahi isi CL, otakku memberi ide untuk membeli suatu barang (jenis, harga, dan merek dirahasiakan demi kepentingan bersama, he…) karena kelamaan menunggu pesanan kado kelar karena emang pelanggannya banyak, aku dan Ifa berdiri di pojok sambil nggosip. Entah kenapa dari pergosipan itu saya jadi tambah kangen ma Fay2.

Baik: wajarlah… kan aku ma Fay2 Long distance.
Jahat: kalo kangen puLkam dong! Bawa duit kan? Langsung capcuz ke agen, terus pesen tiket!
Baik: Lha kan belum prepare?
Jahat: aLah… yang penting bawa badan ma duit! Weekend juga.
Baik: terus iPong ditinggal gitu? Dasar jahat!
Jahat: pake ngasih saran gift ginian sih, kan lama,,.kangen mbok rasake dewe. Awas kalo ngerekomendasikan gift buat 4th year anniversary nya.
Baik: anniversary…? (muncul ide : on)

Saya langsung buka Kunok (read: Ponsel Nokia 5200 ku),membiarkan si baik dan si jahat main jadi gladiator. Saya me lihat kalender, dan…
“Oh, bentar lagi 5 Mei, aku ma Fay2 genap 100 hari. Rayain anniversary kecil-kecilan akh. Tapi gift nya apa ya..?”
Di saat saya berpikir keras, tiba waktu nya go home.

Sampai kost, saya melihat lukisan wajah mBak Ratna di pintu kamar mandi di dalam kamarnya. That’s it!
Aku langsung menghubungi Rifa, temanku anak Seni Rupa, minta tolong tuk dilukisin. Dan dia setuju, senangnya…
“Aku bisanya Selasa. Oke?”
Tapi ternyata… aku baru inget kalo hari selasa aku full kuliah dari pagi mpe sore. Dan antara aku dan Rifa gag ada notification. Lagi musim Mid juga.
“Wah, gift nya harus buatanku sendiri nih. Tapi apa ya? ngLukis? Ntar jadinya gag karuan…”

Di hari itu, umi weekend di kost ku. Biasa, kami curhat-curhatan. Dia juga memperlihatkan sesuatu yang diberikan Ain, cowoknya. Dan dari situ aku muncul ide.
Saya copy dalam satu folder pilihan foto-foto ku ma fay2. Lalu saya rangkai biar jadi satu file. Hem,,, kurang menyentuh.
“Pake moviemaker.” Umi dan Ain mengerti kegalauan hatiku.
Great! Moviemaker kan bias diiringi suara juga??? Dan suara yang terlintas adalah Lagu Ku Ingin Selamanya milik Ungu. Dengan mantap saya garap movie. Merasa ada yang kurang gara-gara Cuma di isi foto-foto, muncul ide buat mencantumkan kata-kata puitis juga. Di edit berulang-ulang, ulang, ulang, dan ulang. Lalu muncul ide lagi buat di insert rekaman video ku di ending nya. Berangkatlah ke taman perpus tuk syuting di hari selasa. Kenapa taman perpu? Because that spot is my favorite area in UNNES! Kamis dini hari jadi juga akhirnya. =)

Saat saya coba membakarnya di BLANK CD, terjadi ke error an pada kompie Sebeh saya. Damn! Persediaan CD Kosong abis Lagi! Padahal pagi itu punya rencana ma Gendud Sayang ke Guci. Lalu dengan PD-nya saya minta mampir ke Comal buat beli BLANK CD dengan alibi mau mbakar slide show. Hehehe… ra modal…

Dalam perjalanan ke Guci kami bercanda, tertawa, dan berlebai-lebaian bersama. Gag terasa pantat mulai panas, dan di depan terlihat “Selamat Datang di Wisata ALam Guci Indah”
Senyum melengkung di kedua bibir kami.
Tapi…
Di dalam perjalanan ada Bapak2 dipinggir jalan, seolah-olah serupa tukang parkir.
“Monggo mas, monggo…”
Fay2 udah siap2 mau belok. But… Gag sengaja saya melihat plang HOTEL *********!
GOD!
Helm Fay2 pun jadi sasaran tinjuku.
“Kaget aku, kenapa sih?” Fay2 protes.
“Heh! Gendud! Itu tempat parkir Hotel? Mau ke sana? Aku sih wegah melu!”
Terlihat dari spion wajah Fay2 pucat pasi.
“Maaf Rey, tak kira tempat parkir wisata… =’(”
“ -_-)’ Makanya, Lain kali baca dulu!”
“Iya iya.. ^^o”

Sampailah di our DESTINATION yang sebenarnya, dan kami bingung nyari tempat parkir.
“Cari tempat parkir aman ya Rey…”
Nhoh nhoh? Tapi kok beloknya ke penginapan? Punggung Fay2 ampe panas gara2 saya gebukin terus.
“Tempat parkir nii..”Fay2 dengan tenang njawab.
Eh, iya… ternyata tempat parkirnya ke arah penginapan. Tapi tetep aja, ditawari “kamar”.
“Iya pak ntar.” Jawabku.
Dzigg!
“HUSH!!!”
Tangan Fay2 berat juga kalo nyenggol kepalaku dengan sengaja. Hahay!

Have a walk di daerah pegunungan asik banget. Gag panas! Kami jalan di kerumunan para pengunjung lain. Saat itu adalah hari libur, jadi rame banget. Ditengah kerumunan tercium aroma yang menggugah selera. Hemm, jagung bakar…
(kruyuuuk…) kupegang perutku sambil pamer gigi ke Fay2.

Kami duduk di tepi sungai *gag tepi-tepi amat, cenderung dekat tempat ganti baju -_-)’ sambil menikmati jagung bakar, dengan pemandangan orang-orang lagi pada berendam *kurang asik.
Gag lama kemudian, hujan turun. Kalo di sinetron-sinetron, suasana yang gituan ntu jadi suasana romantic. but trust me, gag ada kesan romantic sama sekali! Gimana nggak, walaupun kami dapat tempat berlindung, tetap gag luput dari air hujan. Dingin, pastinya. Tambahan ada rombongan yang ikut neduh, dan kami harus berbagi tempat *ya iyalah, emang ntu tempat punya moyangku! He..,
Aku teringat akan kepingan disk yang berisi slide foto kami *yang kusebut 100th Anniversary Movie, hehe..
Kucolek lengan Fay2, sambil tersenyum kuberikan kepingan disk ntu.
“Ntar di setel ya…” Pesanku.
“Hemm, mencubriyokan… -_-)?”

Tak lama kemudian jagung bakar di tangan kami tinggal tonggolnya, hujanpun reda sudah. Kami pun beranjak jalan-jalan. Di Guci banyak orang yang memanfaatkan waktunya buat berendam air panas. Tapi menurut aku dan Fay2, that’s not a good idea.
Kami melewati tukang buat cincin. Settt! Fay2 menarikku ke sana.
BUAT CINCIN DENGAN UKIRAN NAMA, BISA DITUNGGU
“Ayo rey… dipilih dipilih.. ^m^” kok malah Fay2 yang promosi? Abang tukang cincin Cuma tersenyum sambil ngelanjutin kesibukannya.
“Benarkah…? ioi” jawabku dengan nada lebai, dan abang tukang cincin kembali memandang sambil tersenyum.
“Rerey satu.. Fay2 satu… Ntar ditulis nama kita.. ^^,”
Gag tahu kenapa, walaupun Fay2 bersikap seperti biasa, tapi kok aku ngrasa dapet suasana romantic *tumben.
Keromantisan memudar ketika gag ada cincin yang pas di jari manisku. Semuanya kebesaran!
“Mbaknya jarinya imut banget si..”
“Gag bang, jari pacar saya aja yang kebesaran ^m^v”
“ini mbak, coba cincin yang ini.”
Waw! Malah kekecilan.,,!
“pake di kelingking coba.” Fay2 mulai cape.
Pas si… tapi kok dipake di kelingking?
“Gag papa Rey, daripada make di jempol?”
He…



Ting… teng… ting… teng…
Si Abang mulai ngukir nama Rey&Fay di cincin Fay2 dan Fay&Rey di cincinku.
And ta daaa! That’s it hadiah 100th day anniversary dari Fay2. Ah, terharu… ioi
Rasa terharu itu membuat kami lapar lagi. Mie ayam pun jadi sasaran. Hehehe…
Udah jam 2.00 siang. Kami pun bersiap-siap pulang. Keluar dari tempat wisata, kami melewati tempat yang pemandangannya bagus banget. Fay2 memberhentikan motornya. Kami turun, menikmati indahnya pemandangan sambil foto-foto. Hehehe…

Kami pun pulang. Dan sejak kami ke guci, kami selalu tidak lupa memakai cincin dengan ukirn nama kami. ^_^
*kecuali swaktu sholat, mandi, dan kegiatan-kegiatan lain yang memungkinkan gag cocok buat cincin kami, hehe…

Minggu, 06 Juni 2010

SpongeBob Mood Badge

SpongeBob Mood Badge: "Put the SpongeBob Mood badge on your page."

Senin, 29 Maret 2010

A.K.U.





Hanya aku
Mungkin tak ada yang mampu memahami maksud hati
Seluruhnya
Hingga bagian terkecil
Bagian paling sepele
Yang tak dianggap penting oleh mereka

Aku
Yang tersenyum karena bahagia
yang tersenyum karena tersakiti
yang tak lagi menangis
oh, tak bisa menangis
hati tak pernah mengizinkan mata menampakkan kesedihan

Hati yang ku kagumi,
Berusaha memberi keceriaan
Kenapa dia tak ingin membagi kesedihan?

Sampai kapan kau mampu memendam segala sakit sendiri?
Kau obati lukamu sendiri
Kau selalu tahan mata tuk tidak menetaskan setitik air
Tak kah kau tahu, sakit ini tak tertahankan
Namun kau selalu berucap
“dunia telah memiliki berbagai macam kesedihan,
Tuk apa kau berikan kesedihan lagi? Tersenyumlah demi dunia.”

Aku
Dipikiran mereka , tak pernah tahu derita

Hati
Hatiku,
Hatiku yang ingin terlihat tegar

Aku dan hatiku
Rasa sakit dibalik kepolosan

Minggu, 28 Maret 2010

The Difference Between Narrow Sense and Broad Sense

"PIECES OF ME" (Ashlee Simpson)




On a Monday, I am waiting
Tuesday, I am fading
And by Wednesday, I can't sleep
Then the phone rings, I hear you
And the darkness is a clear view
Cuz you've come to rescue me

Fall... With you, I fall so fast
I can hardly catch my breath, I hope it lasts

[Chorus:]
Ohhhhh
It seems like I can finally rest my head on something real
I like the way that feels
Ohhhhh
It's as if you know me better than I ever knew myself
I love how you can tell
All the pieces, pieces, pieces of me
All the pieces, pieces, pieces of me

I am moody, messy
I get restless, and it's senseless
How you never seem to care

When I'm angry, you listen
Make me happy it's your mission
And you won't stop til I'm there

Fall... Sometimes I fall so fast
When I hit that bottom
Crash, you're all I have


[Chorus:]
Ohhhhh
It seems like I can finally rest my head on something real
I like the way that feels
Ohhhhh
It's as if you known me better than I ever knew myself
I love how you can tell
All the pieces, pieces, pieces of me

How do you know everything I'm about to say?
Am I that obvious?
And if it's written on my face...
I hope it never goes away... yeah

On a Monday, I am waiting
And by Tuesday, I am fading into your arms...
So I can breathe

[Chorus:]
Ohhhhh
It seems like I can finally rest my head on something real
I like the way that feels
Ohhhhh
It's as if you've know me better than I ever knew myself
I love how you can tell
Ohhhhh
I love how you can tell
Ohhhhh
I love how you can tell
All the pieces, pieces, pieces of me
All the pieces, pieces, pieces of me...



“Best Friends”(Hanie Ika)




Best friends are very special people in your life. They are the first people you think about when you make plans. They are the first people you go to when you need someone to talk to. You will phone them up just to talk about nothing, or the most important things in your life. When you’re sad they will try their hardest to cheer you up. They give the best hugs in the world! They are the shoulder to cry on, because you know that they truly care about you. In most cases they would take a bullet for you, because it would be too painful to watch you get hurt.



ANALYSIS

TEXT 1
It belongs to narrow sense
It has connotative meaning
It gives aesthetic process
It is imaginative
It has variety meaning

TEXT 2
It belongs to broad sense
It has denotative meaning
It gives information
It is a real fact
It has explicit meaning

Conclusion:
The first text belongs to literature and fiction. The second text belongs to non-literature and non fiction (real).
Both of them tell us about friendship.

Selasa, 16 Maret 2010

Fay Fay



si gendut...
biar gendut aku tetep sayang.
Kalau jadi kurus,
aku tetep sayang gag ya?
hehehe...





I LOVE YOU



Ada kemiripan gag ya? Kata nenek kalo mirip kemungkinan besar jodoh. Hehehe...




Kamis, 04 Maret 2010

BAJIGUR : Yang Tak Ku Temui Selain di Comal



Selepas maghrib, saya dan Lia pergi ke tempat nongkrong yang tidak terlalu jauh dari rumah saya. Comal, salah satu kecamatan di kabupaten Pemalang bagian pantura. Pusat kecamatannya ada di desa di sekitar Pasar Comal.

Sesampai di pusat kecamatan, kami kebingungan mau nongkrong di mana. Lia merekomendasikan Sego Megono, yang tersebar di seluruh emperan dari pertigaan Blandong sampai Pasar Comal. but it’s not been the time to dinner yet, I thought. Tanpa pikir panjang kami langsung tersenyum *karena punya pikiran yang sama* dan menuju “Waroeng Bajigur” .

Ada beberapa penjual bajigur di Comal *yang tidak saya ketahui jumlahnya*. Kami memilih ke warung depan si Gedung Hijau, Pak Pegadaian.

Well, kami pesan segelas Bajigur *yang selalu terhidang dalam keadaan really really hot* yang lalu kami tiup-tiup di antara kepulan asap dan kami tuangkan ke lepek (alas cangkir).

Bajigur adalah minuman hangat *lebih tepat dikatakan panas* yang terbuat dari gula dan bubuk kakao yang disiram dengan santan mendidih. I swear, it tastes cosier more than you think. Hidangan pendamping bajigur adalah jajan pasar, seperti Risoles, Putu Ayu, Gorengan *menu wajib*, kacang, kenyut (kepalan ketela yang digoreng),Klepon , and many more, tergantung sang penjual.

Sebagian besar pembeli menghabiskan banyak waktu di warung (kecuali mereka yang membeli untuk dibawa pulang). Menikmati segelas bajigur sambil ngobrol sesekali mengunyah berbagai jajanan pasar yang ada adalah hal yang saya suka. Hemm, mungkin itulah Coffee Shop versi desa. Hahaha!

Harga segelas bajigur hanya Rp2.000,00. Dan jajan pasar all type 500-an. I think it’s so cheap! One more thing, Coffee Shop versi murah meriah gemah ripah. Heee….

Suasana tidak pernah sepi. Sesekali ada musisi jalanan yang menyanyikan lagu-lagu campursari atau… sesuai request. Terasa sekali suasana “jadul”-nya.
Dan untuk menghabiskan segelas bajigur, saya membutuhkan waktu sekitar satu jam. If you go to Pemalang, don’t forget to try Bajigur. =)